Sejarah Gampong Lampeudaya

Gampong Lampeudaya merupakan perpaduan dari dua buah kata, yaitu “Lam” dan “Peudaya”. “Lam” berarti “dalam” sedangkan “Peudaya” artinya “memperdayai/mempengaruhi”. Sehingga arti dari kata “Lampeudaya” adalah dalam memperdayai. Secara historis, nama Gampong Lampeudaya berasal dari kejadian seekor ular naga. Di mana menurut cerita secara turun temurun, dahulu ada seekor ular naga yang bersuara sangat keras di Gampong tetangga, yaitu Gampong Suleu yang suaranya terdengar sampai ke Gampong Lampeudaya. Ular naga itu hendak dibunuh oleh masyarakat Suleu, kemudian menyingkir ke Gampong Lampeudaya.

Masyarakat Gampong Lampeudaya mencari solusi untuk membunuh ular tersebut dengan cara memperdaya ular tersebut dengan racun, yaitu diracuni dengan kapur sirih sehingga ular tersebut menjadi tak terkendali dan melarikan diri ke sawah. Sampai di sawah ular naga tersebut akhirnya mati akibat reaksi dari racun kapur sirih tersebut. Maka sejak kejadian itu orang-orang tua Gampong Lampeudaya sepakat untuk memberi nama Gampong mereka dengan sebutan Gampong Lampeudaya.

Nama ini timbul karena masyarakat Lampeudaya sudah berhasil memperdayai ular naga yang besar dan ganas tersebut hingga mati. Kemudian dari tahun ke tahun hingga beralih generasi nama Gampong ini masih terkenal dengan sebutan Lampeudaya karena dapat memperdayai seekor ular naga. Berdasarkan peristiwa yang sangat bersejarah itulah sampai saat ini masih bernama Gampong Lampeudaya.

Share